Nama Organisasi Dicatut dalam Kasus Dugaan Penyalahgunaan APBD, Pengurus GMNI Halbar Beri Kecaman Keras

Marick Pangulili, Ketua Umum GMNI Cabang Halbar

Jailolo, Koridorindonesia.id– Persoalan penggunaan dana di bagian umum, perlengkapan dan keuangan Pemda kabupaten Halmahera Barat mencuat ke publik. Persoalan tersebut juga dikaitkan dengan nama organisasi kemahasiswaan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Halbar. Hal ini kemudian mendapat kecaman keras dari pengurus GMNI cabang Halbar.

Berdasarkan rilis yang diterima Koridor pada Rabu (9/10), Marick Pangulili, Ketua GMNI Cabang Halbar menyebut bahwa tindakan pencatutan nama GMNI Halbar untuk kepentingan personal atau sekelompok orang tersebut merupakan kejahatan besar.

“Kami sudah melakukan rapat internal/evaluasi DPC untuk membahas persoalan itu. Akan tetapi, tidak ada satupun kader atau anggota GMNI Halbar yang pernah berkomunikasi dengan Sekda atau Kabag umum untuk meminta anggaran tersebut apalagi nominalnya sebanyak 5 juta di bulan Juni kemarin,” kata Marick menegaskan.

Marick menyampaikan, pihaknya akan terus menggali informasi terkait persoalan ini untuk memastikan dan mengungkapkan siapa dalang dibalik kejahatan ini.

“Jikalau nantinya kedapatan oknum yang sengaja membawa nama GMNI, maka kami akan tidak segan-segan untuk melaporkan/polisikan oknum tersebut,” tegasnya.

Marick juga bilang, jikalau kedapatan dalam penelusuran ada kader atau anggota GMNI yang melakukan hal tersebut, maka Ia selaku ketua GMNI Halbar akan memberikan sanksi berat bahkan memecat kader tersebut sesuai dengan prinsip anggaran Dasar GMNI.

“Oknum yang dengan sengaja membawa nama GMNI dengan cara tersebut adalah orang yang secara etika dan karakter pastinya buruk,sehingga tentunya berwatak penjilat,” ungkapnya.

Karena sejauh ini, kata Marick, GMNI masih konsisten fokus pada literasi dan pengkaderan untuk menguatkan kapasitas kader GMNI. Untuk itu dengan adanya tindakan penipuan ini maka menurutnya telah merusak dan mengkerdilkan citra dari nama institusi yang selama ini dijaga dan dihormati oleh segenap kader, sehingga ini perlu diseriusi dan menindak tegas. (Red*)