Kembangkan Model Pembelajaran Baru, Oktosiyanti MT Abdullah Raih Gelar Doktor Ilmu Pendidikan

Oktosiyanti MT Abdullah S.Ag.,M.pd

Makassar, Koridorindonesia.id– Oktosiyanti MT. Abdullah, M.Pd, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Makassar (UNM), Makassar setelah mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Pendidikan pada Selasa, (13/8/2024).

Sidang terbuka promosi doktor tersebut dilaksanakan di Aula PPS UNM yang dipimpin oleh Dr. Wahira, M.Pd dengan Prof. Dr. Patta Bundu, MED (Promotor), Prof. Dr. Abdul Saman, M.Si Kons (Ko – Promotor), Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd (Penguji Internal), Dr. Jalil, M.Sn (penguji internal) dan Dr. Risman Rasyid, S.Pd., M.Pd (penguji eksternal).

Dihadapan komisi penguji Prodi Pascasarjana UNM, Dr. Oktosiyanti berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul “Pengembangan Model Simoore Pada Pembelajaran Mulok Berbasis Etnopedagogi Fagogoru”.

Menurut Dr Wahira selaku promotor dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor tersebut mengatakan, setelah mempertimbangkan desertasi saudara dan memperhatikan paparan dan jawaban yang sangat memuaskan, dengan ini dinyatakan saudara Oktosiyanti MT. Abdullah dinyatakan lulus dengan nilai A dan berhak menyandang gelar Doktor (maha terpelajar).

Selain itu, dihadapan komisi penguji dan undangan lainnya, Dr. Oktosiyanti memaparkan secara lugas dan menarik hasil riset yang telah dilakukan di Kabupaten Halmahera Tengah. Dalam paparannya disebutkan bahwa, ditengah gempuran arus moderenisasi, nilai kearifan lokal harus menjadi benteng utama dalam menjaga generasi bangsa dari efek negative transformasi sosial akibat moderenisasi.

“Halmahera tengah adalah salah satu daerah yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal warisan leluhurnya yang dikenal dengan sebutan Fagogoru sangat berpotensi untuk dijadikan rujukan dalam pembentukan karakter generasi dimulai dari satuan pendidikan dasar,” jelasnya

Sayangnya, kata Dr. Oktosiyanti sampai dengan saat ini, nilai-nilai tersebut belum didokumentasikan dalam bentuk yang lebih aplikatif seperti buku ajar maupun modul ajar agar dapat digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran.

“Oleh karena itu, riset saya ini menghadirkan sebuah model pembelajaran baru dengan komponen model yang saya rumuskan untuk mendukung proses internalisasi nilai-nilai Fagogoru dalam pembelajaran di Sekolah Dasar,” terangnya.

“Harapan saya, semoga produk hasil penelitian pengembangan ini, dapat membantu Pemerintah Daerah dalam pemberlakuan pembelajaran Muatan Lokal”, kata Oktosiyanti menutup pernyataannya. (Ibo*)