Morotai, Koridorindonesia.id– Puluhan masa aksi dari Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Pulau Morotai menggelar deklarasi pendidikan tahap 1 dan sekaligus peringati sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2024 nanti. Aksi tersebut digelar di tugu pancasila pada Rabu(16/10/2024) pukul 14.30 Wit.
Orator aksi, Fikram Soleman mengatakan, tujuan dari deklarasi ini adalah bentuk dari memperingati hari Sumpah Pemuda yang akan jatuh pada tanggal 28 Oktober 2024.
Kata Fikram, kebijakan pemerintah pusat dan daerah mengakibatkan terjadinya komersialisasi dan privatisasi sektor pendidikan menjadikan masalah pendidikan yang tak dapat teratasi.
Kata Fikram, melalui dunia pendidikan yang merupakan turunan dari kebijakan neoliberalisme adalah UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 (pasal 12 ayat 2 b. Yang berbunyi setiap peserta didik berkewajiban ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali yang dibebaskan dari kewajiban tersebut seterusnya; Pasal 53 : Badan Hukum Pendidikan (BHP ini merupakan salah satu langkah menuju “swastanisasi”.
“Pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk BHP, termasuk di dalamnya sekolah negeri); Pasal 54 ayat 2 : masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber, pelaksana,. Kebijakan pemerintah memang tidak berpihak terhadap kepentingan rakyat” pungkasnya.
Adapun poin tuntutan Serikat Mahasisaa Indonesia (SMI) ialah:
1.Tolak pendidikan mahal
2. Tuntaskan permasalahan fasilitas pendidikan di 6 kecamatan pulau Morotai
3. Berikan dana PIP tepat sasaran dan usut oknum penyalahgunaan PIP
4. Berikan fasilitas sarana transportasi disetiap sekolah secara merata dan layak
5. Stabilkan harga komoditas lokal pala, cengkeh, kelapa dan hasil pertanian lainnya
6. Tolak reklamasi pantai
7. Selesaikan talud penahan ombak di desa-desa pesisir pantai
8. Distribusi air secara merata, terutama desa Pandanga dan Juanga. (Ahlit*)