BEM Unipas Desak Pihak Kampus Terbuka Soal Anggaran Akhir Studi

Demo mahasiswa Unipas di depan Rektorat menuntut transparansi anggaran

Morotai, Koridorindonesia.id–Sejumlah mahasiswa Universitas Pasifik (Unipas) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Morotai Maluku Utara (Malut) pada Rabu (29/06/2024), menggelar unjuk rasa di depan Rektorat, di Desa Daruba kecamatan Morotai selatan. Mereka menuntut kepada petinggi kampus untuk merealisasi 10 tuntutan terkait soal pembiayaan anggaran akhir studi.

Pantauan Koridor pada pukul 11.30 Wit ditengah aksi tersebut, sempat terjadi gesekan kontak fisik antara mahasiswa dan sekurity kampus. Gesekan tersebut karena mahasiswa menerobos masuk ke gedung rektorat namun dihalangi oleh sekurity kampus.

“Ditengah simpang siur infomasi pembiayaan akhir studi, harusnya pimpinan universitas mengambil peran menjadi corong informasi tentang pembiayaan studi akhir berupa SPP, KBM, magang, ujian proposal, skripsi dan universitas (Wisuda) agar informasi tentang ini jelas tersampaikan dan tidak bias,” jelas koordinator aksi, Hasan Saba.

Hasan mengatakan, hal ini menimbulkan masalah karena kampus dan pemda diduga tertutup dengan masalah sehingga mahasiswa menduga ada permainan penggelapan dana.

Kata hasan, tunggakan mahasiswa akhir studi tahun 2021-2023 juga sebagian belum diselesaikan oleh pemd. Maka dari itu, pihak kampus harus mengambil kebijakan untuk mengusulkan ke pemda agar tunggakan tersebut dapat dilunasi sehingga ini tidak menjadi persoalan. Pihak kampus juga terkesan tertutup terkait informasi soal mahasiswa yang belum mendapatkan pengembalian akhir studi.

Tuntutan demonstrasi diantaranya ialah; Pertama, Pecat Wakil Rektor II. Kedua, turunkan biaya SPP. Ketiga, turunkan biaya akhir studi. Keempat, turunkan biaya wisuda, Kelima, Hilangkan pemungutan luar, Keenam, Aktifkan fasilitas kampus. Ketujuh, Wujudkan demokrasi kampus, Kedelapan, Pecat oknum dosen yang terlibat dalam politik praktis, Kesembilan, Segera adakan pemilihan presiden BEM dan yang terakhir, libatkan mahasiswa dalam setiap rapat. (Ahlit*)